Posted by: mgmp1 on: 22 Oktober 2009
Segenap pengurus dan anggota MGMP Bahasa Indonesia Kota Malang mengucapkan selamat jalan, selamat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah kepada Tim MGMP:
-Prof. Dr. Imam Suyitno beserta Ibu (Dra. Retno Sulistyowati)
-Ibu Laili Ivana, S.Pd (beserta Bapak)
Semoga selamat dalam perjalanan, lancar segala urusan, dan menjadi haji/hajjah yang mabrur.
Posted by: mgmp1 on: 2 Agustus 2009
’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ mengundang para penyair Indonesia mengirimkan buku kumpulan puisi mereka dalam bahasa Indonesia yang terbit antara 1 Januari s.d. 31 Desember 2009, untuk diikutkan dalam penilaian buku kumpulan puisi terbaik 2009.
’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ berupa uang tunai sebesar Rp 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah) dan sebuah piagam penghargaan, akan diberikan kepada satu pemenang yang buku kumpulan puisinya dinilai juri sebagai buku kumpulan puisi terbaik 2009.
Bertindak sebagai juri tunggal untuk ’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ adalah penyair dan redaktur majalah sastra Horison Cecep Syamsul Hari.
Juri hanya akan menilai buku kumpulan puisi yang dikirimkan melalui pos oleh penyairnya sendiri disertai surat pengantar penyair yang bersangkutan yang menyatakan bahwa bukunya dikirim untuk diikutkan dalam penilaian buku kumpulan puisi terbaik 2009 (’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’). Buku kumpulan puisi yang dikirimkan melalui pos bukan oleh penyairnya sendiri dan/atau tidak disertai surat pengantar penyair yang bersangkutan tidak akan diikutkan dalam penilaian.
Beberapa ketentuan ’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’:
1. ’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ terbuka untuk seluruh penyair berkewarganegaraan Indonesia yang menulis dalam bahasa Indonesia (baik berdomisili di dalam maupun di luar negeri). ’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ tertutup bagi juri.
2. ’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ hanya berlaku untuk buku kumpulan puisi tunggal yang ditulis dalam bahasa Indonesia, bukan buku antologi puisi maupun buku puisi terjemahan.
3. Para penyair Indonesia dipersilakan mengirimkan melalui pos lebih dari satu judul buku kumpulan puisi untuk diikutkan dalam penilaian buku kumpulan puisi terbaik 2009 (’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’) sepanjang terbit antara 1 Januari s.d. 31 Desember 2009.
4. Buku kumpulan puisi yang diikutkan dalam penilaian buku kumpulan puisi terbaik 2009 (’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’) diterima paling lambat 1 Februari 2010, dikirimkan melalui pos ke: ’ANUGERAH PUISI CECEP SYAMSUL HARI 2009’, Jl. Raya Cibabat No. 357, Cimahi 40522, Jawa Barat.
5. Di dalam sampul depan amplop surat atau di dalam surat pengantar keikutsertaan penilaian buku kumpulan puisi terbaik 2009 (’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’) mohon disertakan alamat surat pengirim, email, nomor telefon/HP yang dapat dihubungi dan nomor rekening bank.
6. Buku kumpulan puisi yang dinilai juri sebagai buku kumpulan puisi terbaik 2009 dan berhak sebagai pemenang ’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ akan diumumkan pada 1 Mei 2010 melalui website: www.freewebs.com/cecepsyamsulhari, Facebook, dan media lain. Penilaian dan keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.
7. ’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ berupa uang tunai sebesar Rp 7.000.000,- (Tujuh Juta Rupiah), akan dikirimkan ke nomor rekening bank pemenang pada hari kerja berikutnya. Sementara piagam penghargaan ’Anugerah Puisi Cecep Syamsul Hari 2009’ akan dikirimkan melalui pos ke alamat surat pemenang.
Cecep Syamsul Hari
Posted by: mgmp1 on: 2 Juli 2009
Persyaratan Pendataan
Pendataan dilakukan dengan menyerahkan SKUASBN SD/MI , SKHUN SMP/MTs bagi lulusan tahun pelajaran 2008/2009 dan 2007/2008, serta STK/STL dan Ijasah SD/MI, SMP/MTs/Paket A, B asli bagi lulusan sebelum tahun pelajaran 2008/2009;
Persayaratan Pendaftaran
Tingkat SMP
1. Telah lulus SD, SDLB atau MI, memiliki Ijazah dan Daftar Nilai UASBN bagi lulusan Tahun Pelajaran 2007/2008 dan tahun pelajaran 2008/2009; atau
2. Program Paket A memiliki Ijazah dan DANUN Program Paket A Setara SD;
3. Berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal tahun pelajaran baru. Lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008;
Tingkat SMA
1. Telah lulus SMP, SMPLB dan MTs, memiliki Ijazah dan SKHUN atau Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008.
2. Program Paket B memiliki ijasah dan DANUN Program Paket B Setara SMP Lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008.
3. Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru.
Tingkat SMK
1. Telah lulus SMP, SMPLB dan MTs, memiliki Ijazah dan SKHUN atau Surat Keterangan Hasil Ujian ( SKHU) lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008.
2. Program Paket B memiliki ijasah dan DANUN Program Paket B Setara SMP Lulus pada tahun pelajaran 2008/2009 atau tahun pelajaran 2007/2008.
3. Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru.
4. Memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifik bidang/program keahlian di sekolah yang dituju.
Pendataan
Persyaratan dan prosedur pendaftaran calon Peserta Didik yang berasal dari luar Kota Malang, sekolah Indonesia di luar negeri dan lulusan tahun pelajaran 2007/2008 terlebih dulu melakukan registrasi ke Sekolah yang mengikuti Penerimaan Peserta Didik Online atau Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang untuk mendapatkan Nomor Register mengikuti Penerimaan Peserta Didik Online Tahun Pelajaran 2009/2010
Pendaftaran
1. Tempat Pendaftaran dapat dilakukan di salah satu sekolah yang terdaftar dalam Penerimaan Peserta Didik Online Kota Malang Tahun Pelajaran 2009/2010 oleh calon Peserta Didik /orang tua/wali.
2. Pendaftaran dilaksanakan dengan mengisi formulir yang disediakan oleh panitia sekolah dengan menyerahkan kelengkapan persyaratan yang ditentukan.
3. Setiap pendaftar yang telah memenuhi persyaratan diberikan tanda bukti pendaftaran.
Waktu Pendaftaran
1. Sekolah Menengah Pertama (SMP): 6, 7, dan 9 Juli 2009 pk. 08.00 – 14.00
2. Sekolah Menengah Atas (SMA): 2, 3, dan 4 Juli 2009 pk. 08.00 – 14.00
3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK): 6, 7, dan 9 Juli 2009 pk. 08.00 – 14.00
Pengumuman
1. Sekolah Menengah Pertama (SMP): 10 Juli 2009 pk.10.00 WIB
2. Sekolah Menengah Atas (SMA): 6 Juli 2009 pk.10.00 WIB
3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK): 9 Juli 2009 pk.10.00 WIB
Daftar Ulang
1. Sekolah Menengah Pertama (SMP): 10 dan 11 Juli 2009 pk.08.00 – 14.00
2. Sekolah Menengah Atas (SMA): 6 dan 7 Juli 2009 pk. 08.00 – 14.00
3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK): 10 dan 11 Juli 2009 pk.08.00 – 14.00
Hari Pertama Masuk Sekolah: 13 Juli 2009
Posted by: mgmp1 on: 9 Juni 2009
(Kami perkenalkan kepada pengunjung dari luar Kota Malang, Bapak Masnur Muslich adalah dosen Bahasa Indonesia Universitas Negeri Malang)
Saudara-saudaraku para Guru Bahasa Indonesia di Kota Malang,
Tahun ajaran 2008/2009 sudah berakhir dan segera memasuki tahun ajaran baru 2009/2010. Bagaimana kalau “waktu jeda ini” kita bertemu dalam forum diskusi, seminar, diklat, atau forum ilmiah yang lain setingkat MGMP? Yang kita bicarakan dapat terfokuskan pada persoalan PTK, pembelajaran inovatif, strategi pembelajaran keterampilan berbahasa, atau apa yang diperlukan.
Kalau setuju, silakan menghubungi saya setiap saat.
Salam hangat saya,
Masnur Muslich
081333132277
Email: muslich_m@yahoo.co.id
Website: http://www.muslich-m.blogspot.com
Posted by: mgmp1 on: 8 Juni 2009
Puisi ini kami muat atas permintaan Ibu Retno Sulistyowati karena penasaran setelah membaca pengantar Ibu Lilis Indrawati dalam apresiasi naskah drama Atas Nama Cinta. Berikut kutipannya:
Agus R. Sarjono, penyair nasional yang masih muda dan telah mendunia.
“Kenangan tentang Agus R. Sarjono 9 tahun yang lalu. Pada waktu itu saya menyambut rombongan sastrawan Indonesia yang tergabung dalam acara SBSB (Sastrawan Bicara Siswa Bertanya) di SMA Negeri 1 Pamekasan. Di tengah acara, Mas Joni Ariadinata membaca puisi berjudul Sajak Palsu karya Agus R. Sarjono. Puisi tersebut menggores-gores hati saya sebagai guru. Ini pelecehan profesi. Hati saya merasa pedih jika ada yang menghina guru. Apakah semua kebaikan telah tertutup keburukan? Guru-guru yang baik tidak tampak dan yang ada hanya guru-guru palsu? Kisah dalam Sajak tersebut dimulai dengan sapa dan perhatian palsu yang diberikan murid kepada guru. Guru memberikan nilai palsu kepada murid, sehingga kelak lahirlah birokrat palsu, arsitek palsu, dan semua yang ada dalam kehidupan adalah palsu. Semua berakar dari guru palsu. Komedi yang menyakiti hati. Sejak saat itu nama Agus R. Sarjono tak lekang dalam ingatan saya. Dan puisi tersebut seolah menghantui saya. Akhirnya, saya semakin termotivasi untuk membersihkan citra guru sebagai pahlawan pendidikan. Saya sering membacakan atau mengulas Sajak Palsu dengan tujuan supaya semua pihak melakukan introspeksi diri. Ternyata tajam dan pedasnya kritik Agus R. Sarjono yang dikemas dalam karya yang lucu tidak hanya Sajak Palsu tetapi juga karya-karyanya yang lain termasuk Atas Nama Cinta ini, sebuah ironi dalam naskah drama…”
Sajak Palsu
Karya: Agus R. Sarjono
Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan
atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu.
1998
Posted by: mgmp1 on: 19 April 2009
Selamat berjuang menempuh Ujian Nasional, 20 – 24 April 2009 untuk para siswa kelas XII. Semoga kalian sukses dengan nilai terbaik.Persiapkan segala sesuatu dengan mantap karena kriteria kelulusan lebih kompleks. Doa dan restu Bapak Ibu Guru menyertai kalian….
Pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 77 Tahun 2008 tentang Ujian Nasional SMA/MA tahun pelajaran 2008-2009 Pasal 14 Ayat 1 dijelaskan bahwa peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:
Memiliki nilai rata-rata 5,50 untuk semua mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,0 untuk paling banyak 2 mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran yang lainnya.
Posted by: mgmp1 on: 12 April 2009
Bapak Ibu yang terhormat…
(juga Prof. Imam Suyitno)
Seorang teman guru SMA Negeri 2 Sekayu Musi, Banyuasin, Sumsel, menitipkan artikel di sini dan minta untuk dikomentari. Berikut artikelnya:
Mengakrabkan Siswa dengan Karya Sastra (Cerpen)
oleh Rojaki, S.Pd. (guru Bahasa Indonesia Smanda Sky)
Pengajaran sastra di sekolah bukanlah pengajaran tentang teori-teori sastra yang kaku dan membosankan bagi siswa. Dalam membahas karya sastra yang sebenarnya, teori tentang sastra dapat disambilkan, misalnya teori tentang alur, penokohan, dan setting dalam cerpen atau novel. Yang terpenting dalam pembelajaran sastra yaitu bagaimana caranya agar siswa dapat mengapresiasikan suatu karya sastra. Dalam pelajaran sastra, yang diutamakan ialah pemahaman siswa atas karya itu, penghayatan atas isinya, ketertarikan akan jalan ceritanya, serta pendalaman karya sastra itu secara keseluruhan. Pengajar sastra harus dapat membuat siswa menjadi orang yang dapat menikmati karya sastra, sehingga siswa selalu ingin bergaul dengan karya sastra semisal cerpen ataupun novel. Salah satu upaya menumbuhkan minat akan karya sastra terhadap siswa Senin, 6 April 2009, seluruh siswa kelas XI IPA 1, IPA 2, dan IPA 3 SMA Negeri 2 Sekayu dibimbing dalam proses menganalisis cerpen yang berkembang pada masa angkatan 55, 60-an, 2000-an dan beberapa kumpulan cerpen majalah Horison yang terbit pada tahun 2008. Cerpen-cerpen tersebut di antaranya: Robohnya Surau Kami karya A. A Navis, Sri Sumarah dan Bawuk karya Umar Kayam, Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El Shirazy dan kumpulan cerpen karya siswa tingkat nasioanl yang diterbitkan oleh majalah Horison. Cerpen-cerpen tersebut memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan sastra Indonesia pada masanya itu. Kumpulan cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam menggambarkan secara gamblang bagaimana potret kehidupan pada masa peralihan antara Orde Lama beralih Orde Baru. Terjadinya peristiwa G30S-PKI digambarkan secara mendalam oleh Umar Kayam dalam cerpennya, Sri Sumarah dan Bawuk. Bagaimana peistiwa itu menyisakan luka yang mendalam bagi masyarakat yang di-cap ekstapol, aliran PKI/kiri. Yang menjadi masalah apakah semua yang di-claim itu benar-benar terlibat pada peristiwa bersejarah itu. Umar Kayam membukus ceritanya dalam kumpulan cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhatan dengan halus, alur yag tertata, sehingga tidak menjadi boomerang pada masa pemerintahan Orde Baru [lolos sensor oleh perintahan Orde Baru]. Lain halnya dengan Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis yang mensiratkan bagaimana kondisi budaya masyarakat saat itu dan saat ini ketika kita merefleksikan cerita demi cerita yang terbingkai dalam sebuah cerita yang apik penuturannya oleh A.A Navis. Kritik sosial yang tajam, bagaimana dialog yang tergambar oleh Kakek dan Adjo Sidi, sang pembual, mencerikatakan bahwa nanti ketika semua manusia digiring di padang mahsyar akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia. Sang Kakek dan demonstran pun diajak berdialog dengan Tuhan (dalam cerita) bahwa pada dasarnya Allah SWT mencintai hambanya yang taat dan juga pandai bermasyarakat, beramal dan menjalankan perintahnya. Tidak hanya sebatas penghambaan semata, namun lebih dari itu. Harus ada hubungan yang seimbang dalam hidup ini antara hubungan manusia dengan manusia sebagai mahluk sosial dan hubungan manusia dengan Tuhan sebagai mahluk individu Melihat kondisi yang saat ini, siswa mulai luntur akan cinta pada cerpen yang terbit pada masa lalu padahal isinya mengadung pesan moral yang sangat dalam untuk diteliti. Pembelajaran bahasa Indonesia saat ini tidak hanya terkungkung pada aspek teori semata, namun bagaimana siswa mampu mengkritisi, memberikan apresiasi dan interprestasi yang tinggi terhadap karya sastra. Dengan membaca cerita pendek banyak hal yang kita peroleh, salah satunya adalah kita akan mengetahui sejarah/peristiwa penting, pesan pesan moral dan nilai nilai islami bagi kita sebagai umat muslim. Seperti yang tergambar pada cerpen atau dapat dikatakan novellet Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El Shirazy. Bagaimana kita mampu menyikapi hidup, mensyukuri apa yang kita peroleh dan memberikan sedikit kebahagian kepada orang lain, walau hanya sebatas senyum yang manis. Bahasa penuturan yang apik, santun dan sangat tersusun rapi oleh Kang Abik, nama panggilan sayangnya dalam media masa. Pembelajaran analisis cerpen ini diharapkan dapat memberikan sesuatu pendidikan secara utuh bagi diri siswa, di antaranya membantu keterampilan berbahasa, meningkatkan pengetahuan budaya, pengembangan cipta, rasa, dan menunjang pembentukan watak dan nilai nilai moral yang terbangun secara utuh. Sebab sastra adalah hasil dari kenyataan hidup manusia itu sendiri. Dunia sastra tercipta dari hasil plagiat kehidupan manusia atau sebuah Mimesis (tiruan kehidupan) dalam definisi Aristoteles. Dan sastra merupakan media yang kekal dalam menyimpan memori kehidupan manusia dari dulu hingga hari akhir dunia. Hanya saja, dunia sastra selalu berhasil menyuguhkan dunia lain dari dunia nyata manusia. Dengan gayanya yang halus dan penuh teka-teki sehingga sastra meninggalkan simbol-simbol yang jika bisa dipecahkan oleh manusia maka manusia dapat menemukan cermin dirinya itu [baca Sri Sumarah, Umar Kayam) Selain itu, pada dasarnya pengajaran sastra adalah pembelajaran apresiasi sastra. Tujuan utama pembelajaran sastra yaitu memberikan kesempatan pada siswa untuk memperoleh pengalaman sastra, dengan sasaran akhir mampu mengapresiasi cipta sastra. Melatih mempertajam perasaan, penalaran, dan daya khayal siswa, serta menumbuhkan kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup.
Salam: “Mari kita bangun motivasi untuk budaya membaca sastra”
Posted by: mgmp1 on: 30 Maret 2009
Try Out III Ujian Nasional SMA Kota Malang ini merupakan tahap terakhir tahun pelajaran 2008-2009.
Berbeda dengan Try Out I dan Try Out II, Try Out III ini dijadwalkan seperti Ujian Nasional. Pelaksanaan berlangsung selama lima hari mulai tanggal 30 Maret 2009 sampai 3 April 2009 di sekolah masing-masing.
Jadwal Try Out sebagai berikut:
Senin, 30 Maret 2009
Bahasa Indonesia (semua program); Antropologi (Program Bahasa), Biologi (Program Ilmu Alam), Sosiologi (Program Ilmu Sosial)
Selasa, 31 Maret 2009
Bahasa Inggris (semua program)
Rabu, 1 April 2009
Matematika (semua program)
Kamis, 2 April 2009
Sastra Indonesia (Program Bahasa); Fisika (Program Ilmu Alam); Geografi (Program Ilmu Sosial)
Jumat, 3 April 2009
Bahasa Asing (Program Bahasa); Kimia (Program Ilmu Alam); Ekonomi (Program Ilmu Sosial)
Semoga para siswa SMA/SMK Kota Malang sukses menempuh Ujian Nasional, lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.
Posted by: mgmp1 on: 26 Maret 2009
oleh: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd
1. Kata Depan Dilesapkan
Salah: Kelas ini terdiri empat kelompok.
Benar: Kelas ini terdiri atas empat kelompok.
2. Kata “sedangkan” dan “sehingga” mengawali kalimat
Salah: Sehingga ia harus meninggalkan desanya.
Benar: Akibatnya, ia harus meninggalkan desanya.
3. Kalimat tanpa subjek (diawali: dengan, untuk, dalam, pada, dsb.)
Salah: Dengan kondisi itu menguntungkan para tengkulak.
Benar: Kondisi itu menguntungkan para tengkulak.
4. Kata kerja mengawali kalimat secara salah
Salah: Membaca surat Saudara, saya tertarik mengikutinya.
Benar: Setelah membaca surat Saudara, saya tertarik mengikutinya.
5. Kata kerja transitif diikuti kata depan
Salah: Mereka membicarakan tentang hasil ujian.
Benar: Mereka membicarakan hasil ujian.
6. Kata “di mana” digunakan sebagai penghubung
Salah: Museum juga berfungsi sebagai tempat di mana siswa dapat belajar sejarah.
Benar: Museum juga berfungsi sebagai tempat bagi siswa untuk belajar sejarah.
7. Penggunaan kata yang berlebihan (mubazir)
Salah: Penjarah melakukan permintaan secara paksa kepada pemiliki toko untuk menyerahkan hartanya.
Benar: Penjarah memaksa pemilik toko menyerahkan hartanya.
8. Gabungan: “adalah merupakan”, “disebabkan karena”, “sejak dari”, “walaupun … tetapi”, “karena … maka”, “menuju ke”
9. Kata “saling” mendahului kata kerja berimbuhan “ber-an”
Salah: Mereka saling bergandengan tangan.
Benar: Mereka bergandengan tangan Mereka saling menggandeng tangan.
Posted by: mgmp1 on: 16 Maret 2009
oleh: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd
Memahami Presentasi
• Apa yang dimaksud dengan presentasi?
Presentasi pada dasarnya adalah komunikasi. Dalam presentasi, kita berkomunikasi dengan audien atau pendengar untuk menyajikan hal-hal atau materi yang dipresentasikan. Karena itu, dalam presentasi, kita perlu membuat pesan yang kita sampaikan itu
(i) Dapat dipahami dan dimengerti oleh pendengar,
(ii) Jelas dan menarik
(iii) Lugas, tidak bertele-tele
(iv) Singkat, padat, tapi logis
(v) Memberikan masukan yang konstruktif
(vi) Jelas tujuan dan hasil yang akan dicapai.
• Bagaimana menjadi presenter yang baik?
Karena dalam presentasi kita berkomunikasi, kita harus mengembangkan sikap mental untuk menjadi presenter yang baik. Ada empat hal yang dapat dianggap sebagai alat untuk mengembangkan sikap mental menjadi presenter yang baik, yakni (a) rasa komunikasi, (b) rasa humor, (c) rasa kepemimpinan dan percaya diri, dan (d) mengatasi demam mimbar.
a. Rasa komunikasi dapat diciptakan dengan empat cara berikut ini.
(i) Melihat pendengar tidak hanya dengan mata kepala, tetapi juga dengan mata hati.
(ii) Berwicara dengan sungguh-sungguh dan jujur.
(iii) Menjadikan wicara kita bersifat manusiawi (misalnya dalam menyapa pendengar dengan sapaan yang baik).
(iv) Menyiapkan vitalitas tubuh, artinya pewicara bersemangat dan antusias baik terhadap materi yang disajikan ataupun pada pendengarnya.
b. Rasa humor dapat membuat presentasi menjadi segar dan membuat pendengar tetap bersemangat dan betah mengikuti persentasi tersebut. Jangan membuat humor yang menyimpang dari topik pembicaraa.
c. Presenter adalah seorang pemimpin. Karena itu, ciptakan jiwa kepemimpinan dan keteladanan bagi audien. Untuk dapat berjiwa pemimpin, presenter harus memiliki rasa percaya diri. Untuk membangun rasa percaya diri tersebut, presenter dapat melakukan persiapan
(i) menyiapkan segalanya dengan baik,
(ii) membuat masalah menjadi sesuatu yang menarik
(iii) berbuat seolah-olah telah memiliki rasa percaya diri dan harga diri sepenuhnya, dan
(iv) kendalikan rasa percaya diri dan harga diri tersebut jangan sampai berlebihan.
d. Jika kita sebagai presenter merasa masih takut dan kita memiliki penyakit demam mimbar, lakukan hal-hal berikut ini untuk mengatasi demam mimbar.
(i) gunakan gerak tubuh seperlunya,
(ii) jangan memusatkan pikiran pada diri sendiri, tapi pusatkan pada materi,
(iii) berpeganglah pada mimbar seperlunya saja,
(iv) kendorkan otot-otot sekitar leher,
(v) anggap semua pendengar itu kawan,
(vi) pilih topik wicara yang menarik, kuasai topik tersebut,
(vii) buat persiapan yang cukup.
Baca selengkapnya…. klik–>> Baca entri selengkapnya »
Komentar Terakhir