PENULISAN KARYA ILMIAH: ARTIKEL ILMIAH
Posted on: 11 Maret 2009
- In: Wawasan
- 25 Komentar
Oleh: Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd
Situasi Menulis Karya Ilmiah
Dalam menulis ilmiah, penulis berada dalam situasi formal ilmiah. Tujuan penulisan ilmiah ini adalah menyampaikan hasil pemikiran logis dan pengkajian empiris dengan prinsip logiko-hipotetiko-verifikatif. Isi/subjek/topik yang disampaikan berupa (a) kebenaran ilmiah, (b) pengetahuan, (c) pemahaman, (d) penjelasan, (e) peramalan, dan (f) penerapan. Lingkungan tempat menulis ilmiah adalah lingkungan masyarakat akademik.
Pembaca tulisan ilmiah adalah ilmuwan.
Tahapan Penulisan Ilmiah
1. Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
2. Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
3. Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
4. Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
5. Tahap Penulisan
6. Tahap Penyuntingan
Keterampilan yang diperlukan dalam menulis ilmiah
1. Keterampilan bahasa (ejaan, pilihan dan bentikan kata, kalimat, paragraf)
2. Keterampilan penyajian (sistematika penyajian judul, subjudul, sub-subjudul)
3. Keterampilan perwajahan (format, ukuran kertas, jenis kertas, tipe huruf, penjilidan, bibliografi, apendiks, lampiran)
Hal penting dalam penulisan ilmiah:
1. Gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah harus jelas dan tepat dalam penyampaian pesan yang bersifat reproduktif dan impersonal.
2. Teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari pengetahuan ilmiah yang dipergunakan dalam penulisan
3. Penulisan ilmiah harus menggunakan bahasa yang baik dan benar.
4. Karena bersifat reproduktif, penerima pesan harus mendapat kopi yang sama dengan si pemberi pesan.
5. Karena bersifat impersonal, tulisan ilmiah tidak boleh menggunakan pernyataan yang menggunakan kata ganti penulisnya.
6. Dalam tulisan ilmiah, sering digunakan kalimat pasif.
7. Pembahasan secara ilmiah mengharuskan kita berpaling kepada pengetahuan-pengetahuan ilmiah sebagai premis argumentasi (sumber kutipan).
8. Teknik notasi ilmiah dapat menggunakan catatan kaki, tapi lebih disarankan menggunakan teknik kutipan dan umber rujukan.
Kecenderungan sikap ilmiah
1. Keinginan mengetahui dan memahami
2. Kecondongan bertanya semua hal
3. Kecondongan mencari data dan makna
4. Kecondongan menuntut pengujian empiris
5. Penerapan logika
6. Kecermatan dalam memeriksa pakal pikir
Baca selengkapnya…klik –>
Ciri Tulisan Ilmiah
1. Empiris: informasi yang disampaikan bersifat faktual yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan, kajian pustaka, penelitian.
2. Sistematis: adanya keteraturan, keterkaitan, dan ketergantungan antarbagian
3. Objektif: bebas dari prasangkan perorangan/pribadi
4. Analitis: berusaha membeda-bedakan pokok soalnya ke dalam bagian yang lebih rinci.
5. Verifikatif: mengandung kebenaran ilmiah yang dapat diuji
Sumber kesesatan dalam berpikir ilmiah
1. Penggunaan istilah yang tidak tepat dapat menimbulkan kesalahan penafsiran
2. Hal yang tidak relevan dicantumkan dalam karya tulis, misalnya mencantumkan perasaan pribadi, sehingga tidak berpusat pada apa yang dipikir tapi pada siapa yang diajak berpikir.
3. Apa yang ada dalam kausalitas logis, belum tentu ada dalam kausalitas empiris.
4. Penggunaan definisi sebagai pangkal pikir yang salah.
5. Penghindaran dari sumber kutipan yang menantang gagasannya, sehingga tidak mau menerimanya (Kaum pragmatis tidak mau memperhatikan pandangan kaum analis yang kompleks)
Membangun Penerimaan, Penghargaan, dan Kepercayaan Pembaca
Anjuran:
1. Lakukan penelitian/pengamatan untuk mencari bukti penunjang yang mendukung topik tulisan
2. Tunjukkan adanya kematangan berpikir
3. Bersikaplah sadar akan adanya perbedaan pendapat/ pandangan dari orang lain terhadap topik tulisannya
4. Gunakan nada positif dan menghindari keragu-raguan
5. Berasumsilah bahwa pembaca itu pandai
Larangan:
1. Jangan membuat pembaca bosan
2. Jangan memberikan informasi yang tidak perlu
3. Jangan membuat bingung pembaca
4. Jangan menyerang pembaca yang tidak sependapat
5. Jangan mengecewakan pembaca
6. Jangan menggunakan nada yang bersifat apologi terhadap hal yang ditulisnya
7. Jangan menyampaikan masalah/kasus dengan pernyataan yang berlebihan
8. Jangan menggunakan bahasa yang ekstrim dan emosional
Komponen Menulis dapat Berubah
1. Topik tulisan dari situasi yang satu ke situasi yang lain beragam
2. Dalam situasi yang berbeda, topik yang sama dapat ditulis secara berbeda
3. Ketika menulis, fokus tulisan sering berubah
4. Tujuan menulis banyak dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap penulis terhadap topik yang ditulis
5. Pembaca memiliki minat, latar belakang, dan alasan yang berbeda dalam membaca teks yang sama
6. Sikap penulis terhadap pembaca sering mengalami perubahan
7. Lingkungan/situasi/tempat menulis banyak mengalami perubahan dari waktu ke waktu
Karakteristik Tulisan yang Baik
1. Mengomunikasikan maksud, pikiran, pendapat, dan perasaan secara efektif dan efisien kepada pembaca
2. Signifikan atau Bermakna: (a) menyampaikan informasi yang belum diketahui pembaca, (b) menghibur dengan memberikan informasi yang menarik, dan (c) memotivasi pembaca untuk berpikir/bertindak lebih lanjut
3. Jelas: (a) menggunakan struktur kalimat efektif, (b) memilih kata yang beracuan konkret, bukan acuan abstrak, (c) menghindari jargon yang tidak umum, dan (d) menyampaikan isi dengan bahasa yang sesuai dengan kondisi pembaca
4. Utuh atau Lengkap: (a) semua gagasan dalam paragraf mendukung topik utama, (b) setiap gagasan penjelas mengembangkan topik utama, dan (c) tidak ada gagasan yang sumbang.
5. Hemat/Efisien: tidak ada kata-kata yang mubazir
6. Kaidah Bahasanya Berterima
7. Memiliki Kekuatan/Energi, yakni menggunakan istilah/kata-kata yang tegas
Macam-macam Karya Ilmiah
1. Artikel ilmiah: karya tulis yang dirancang untuk dimuat di jurnal atau buku kumpulan artikel, ditulis dengan tatacara ilmiah, dan disesuai dengan konvensi ilmiah yang berlaku. Artikel dapat dipilah menjadi dua (a) artikel hasil penelitian, dan (b) artikel nonpenelitian.
2. Makalah ilmiah: karya tulis yang memuat hasil pemikiran tentang masalah, disusun secara sistematis dan runtut, dan disertai analisis yang logis dan objektif. Makalah dibedakan menjadi dua (a) makalah teknis, dan (b) makalah nonteknis
3. Laporan Penelitian: karya tulis yang berisi paparan proses dan hasil penelitian
Ini bukan karya ilmiah
1. Rangkuman dari sebuah artikel
2. Pengulangan gagasan orang lain dengan tidak kritis
3. Kumpulan dari kutipan
4. Pendapat pribadi yang tidak substansial
5. Pengutipan pendapat orang lain tanpa penyebutan sumber pengambilan
Komponen –komponen Menulis
1. Topik/Subjek/Hal yang akan ditulis
2. Pembaca/Audien
3. Tujuan Menulis: (a) menyampaikan informasi, (b) meyakinkan pembaca, (c) mengajak pembaca, (d) menghibur pembaca, (e) dsb.
4. Lingkungan/Situasi/Tempat Menulis: (a) fasilitas yang tersedia, (b) kondisi fisik, (c) waktu yang tersedia, (d) situasi politik, (e) masalah budaya, (f) bahasa yang digunakan, dan (g) dst.
25 Tanggapan to "PENULISAN KARYA ILMIAH: ARTIKEL ILMIAH"
terima kasih atas info tersebut. semoga ia memberi manafaat kpd kami semua utk terus berkarya.
Sedikit meminta ilmu…
1. Apakah sistematika penulisan karya ilmiah sama dengan mem-
buat makalah?
2. Apabila benar seperti membuat makalah, apakah daftar rujukan tetap dilampirkan?
3. (a) kebenaran ilmiah, (b) pengetahuan, (c) pemahaman,
(d) penjelasan, (e) peramalan, dan (f) penerapan. Apa hal tersebut merupakan sistematikanya?
4. Mohon diberikan contoh sistematika penulisan karya ilmiah yang benar,karena beberapa saat yang lalu saya mengajukan beasiswa dengan syarat mengumpulkan karya ilmiah namun di tolak mentah-mentah. Dan saya tak tahu apa yang salah dengan karya ilmiah saya.Hehehehehhe (jadi malu)
5. Terima kasih
Admin:
Telah dijawab oleh Profesor dalam komentar di bawah…
JAWABAN PERTANYAAN UNTUK SAUDARA MARTHA
1. Karya ilmiah memiliki berbagai jenis, di antaranya makalah ilmiah, artikel ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan jenis laporan penelitian lainnya. Karena itu, jika pertanyaannya mempersoalkan apakah sistematika karya ilmiah sama dengan sistematika makalah, pertanyaan tersebut akan dijawab dengan pertanyaan juga, yakni karya ilmiah jenis yang mana? Jika pertanyaannya apakah sistematika makalah ilmiah sama dengan sistematika artikel, laporan penelitian, dan jenis karya ilmiah lainnya, tentu jawabannya adalah “tidak sama”. Setiap jenis karya ilmiah memiliki sistematika yang berbeda-beda.
2. Semua jenis tulisan ilmiah yang mengutip dari sumber atau tulisan orang lain wajib mencantumkan sumber rujukannya karena ini menjadi persyaratan dari karya ilmiah, yakni masalah kejujuran dan keobjektifan. Jika mengutip dari sumber lain tanpa mencantumkan sumber kutipannya, penulis karya ilmiah termasuk plagiat karena mencuri karya atau gagasan orang lain.
3. Beberapa hal yang Saudara tanyakan, yakni (a) kebenaran ilmiah, (b) pengetahuan, (c) pemahaman,
(d) penjelasan, (e) peramalan, dan (f) penerapan BUKAN merupakan sistematika makalah, tetapi persyaratan isi/topik/subjek yang disampaikan dalam karya ilmiah.
4. Hal pertama yang perlu saya perjelas adalah yang Saudara buat jenis karya ilmiah yang mana. Jika karya ilmiah Saudara berupa makalah ilmiah, sistematikanya adalah (1) bagian awal, yang terdiri atas (a) halaman sampul, (b) kata pengantar, dan (c) daftar isi, (2) bagian inti, yang terdiri atas (a) judul makalah, (b) bagian pendahuluan, (c) bagian teks utama, dan (d) bagian penutup, dan (3) bagian akhir, yang terdiri atas (a) daftar rujukan, dan (b) lampiran (jika ada).
Apabila Saudara membuat karya ilmiah jenis lainnya (artikel atau laporan penelitian), Saudara dapat membaca buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah yang diterbitkan oleh UM Press.
TERIMA KASIH ATAS ATENSI DAN PERTANYAAN SAUDARA, SEMOGA SAUDARA MENDAPATKAN PENCERAHAN DARI JAWABAN INI.
Admin:
Terima kasih, Prof…
Terima Kasih, Prof atasa ilmunya…
Maksud saya kemarin sistematika Makalah Ilmiah…
Trm kasih….
Pertanyaannya simpel. tolong dunkz, contoh posting karya ilmiah yang sudah jadi.makacie…
Jawaban untuk Saudara Theta:
Jawabannya juga sederhana, bisa diakses di berbagai jurnal penelitian atau jurnal ilmiah. Jika contoh yang harus dikirimkan, problematika atau kesulitan dalam menulis tidak akan dapat diatasi dan wawasan serta keterampilan dalam menulis tidak akan dapat ditingkatkan. Maaf ya Theta, saya tidak bisa mengirimkan contoh karyanya.
Artikel Guru
Mengakrabkan Siswa dengan Karya Sastra (Cerpen)
*oleh Rojaki,S.Pd. (guru Bahasa Indonesia Smanda Sky)
Admin:
(Isi artikel sudah diunggah ke Beranda)
mohon dikomentari artikel saya ya pak? saya guru muda yag sedang mengajar di sma negeri 2 sekayu musi banyuasin sumsel
Untuk : Prof. Dr. Imam Suyitno, M.Pd
Hari ini, Jumat 8 Mei 2009 adalah yang buruk untuk saya Prof. Seminggu yang lalu saya membaca pengumuman bahwa ada perekrutan besiswa. Tapi syaratnya harus menyertakan karya ilmiah. Dengan waktu satu minggu yang menurut saya singkat itu, saya berusaha membuat karya saya dengan sebaik-baiknya seperti yang pernah Prof jelaskan pada saya beberapa minggu lalu. Namun disamping syarat harus ada karya ilmiah ada juga syarat administrasi yang lain diantaranya menyertakan foto kopi rek listrik 2 bulan terakhir dan foto kopi rek telepon 2 bulan terakhir. Tapi saya hanya menyertakan foto kopi itu masing masing hanya bulan terakhir saja. Apalah daya prof, lagi-lagi pengajuan beasiswa saya ditolak. hari ini adalah batas pengumpulan terakhir dan saya tak bisa memenuhi karena saya ada kegiatan seminar kewirausahaan. Padahal saya sudah kerja keras membuat karya itu prof, sampai harus berguru dulu kepada Prof waktu lalu..hehehehe…Kok saya jadi curhat ya?
pak,problem2 nya apa aja???? terimakasih.
makasih banyak pak
terimah kasih atas semuanya thanks for you………..?
terimah kasih atas infonya
[...] Comment! [...]
aku bingung mau komen.tapi kalo gak komen gak seru.cuma maw ngomng “thanks very much man”.mudah2an engkau berguna slalu.
[...] Comment! [...]
mkasih.
thnks atas info & penjelasanx
terimakasih infonya.
info itu memberi saya pencerahan
makasih ya buat infonya…..oh ya< klo mau buat artikel karya ilmiah sistematika penyusunannya pa saja?terima kasih atas jawabannya
makasih om tante emas adek dsb !!!!
saya mau tanya sebanarnya jenis-jenis karya ilmiah itu apa sj????
terimakasih atas infonya pak.. sangat bermanfaat.
11 Maret 2009 pada 8:59 am
Wah… jadi bersemangat untuk menulis.
Thanks