Permohonan Pak Rojaki

Posted on Updated on

Bapak Ibu yang terhormat…

(juga Prof. Imam Suyitno)

Seorang teman guru SMA Negeri 2 Sekayu Musi, Banyuasin, Sumsel, menitipkan artikel di sini dan minta untuk dikomentari. Berikut artikelnya:

Mengakrabkan Siswa dengan Karya Sastra (Cerpen)

oleh Rojaki,  S.Pd. (guru Bahasa Indonesia Smanda Sky)

Pengajaran sastra di sekolah bukanlah pengajaran tentang teori-teori sastra yang kaku dan membosankan bagi siswa. Dalam membahas karya sastra yang sebenarnya, teori tentang sastra dapat disambilkan, misalnya teori tentang alur, penokohan, dan setting dalam cerpen atau novel. Yang terpenting dalam pembelajaran sastra yaitu bagaimana caranya agar siswa dapat mengapresiasikan suatu karya sastra. Dalam pelajaran sastra, yang diutamakan ialah pemahaman siswa atas karya itu, penghayatan atas isinya, ketertarikan akan jalan ceritanya, serta pendalaman karya sastra itu secara keseluruhan. Pengajar sastra harus dapat membuat siswa menjadi orang yang dapat menikmati karya sastra, sehingga siswa selalu ingin bergaul dengan karya sastra semisal cerpen ataupun novel. Salah satu upaya menumbuhkan minat akan karya sastra terhadap siswa Senin, 6 April 2009, seluruh siswa kelas XI IPA 1, IPA 2, dan IPA 3 SMA Negeri 2 Sekayu dibimbing dalam proses menganalisis cerpen yang berkembang pada masa angkatan 55, 60-an, 2000-an dan beberapa kumpulan cerpen majalah Horison yang terbit pada tahun 2008. Cerpen-cerpen tersebut di antaranya: Robohnya Surau Kami karya A. A Navis, Sri Sumarah dan Bawuk karya Umar Kayam, Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El Shirazy dan kumpulan cerpen karya siswa tingkat nasioanl yang diterbitkan oleh majalah Horison. Cerpen-cerpen tersebut memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan sastra Indonesia pada masanya itu. Kumpulan cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam menggambarkan secara gamblang bagaimana potret kehidupan pada masa peralihan antara Orde Lama beralih Orde Baru. Terjadinya peristiwa G30S-PKI digambarkan secara mendalam oleh Umar Kayam dalam cerpennya, Sri Sumarah dan Bawuk. Bagaimana peistiwa itu menyisakan luka yang mendalam bagi masyarakat yang di-cap ekstapol, aliran PKI/kiri. Yang menjadi masalah apakah semua yang di-claim itu benar-benar terlibat pada peristiwa bersejarah itu. Umar Kayam membukus ceritanya dalam kumpulan cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhatan dengan halus, alur yag tertata, sehingga tidak menjadi boomerang pada masa pemerintahan Orde Baru [lolos sensor oleh perintahan Orde Baru]. Lain halnya dengan Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis yang mensiratkan bagaimana kondisi budaya masyarakat saat itu dan saat ini ketika kita merefleksikan cerita demi cerita yang terbingkai dalam sebuah cerita yang apik penuturannya oleh A.A Navis. Kritik sosial yang tajam, bagaimana dialog yang tergambar oleh Kakek dan Adjo Sidi, sang pembual, mencerikatakan bahwa nanti ketika semua manusia digiring di padang mahsyar akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia. Sang Kakek dan demonstran pun diajak berdialog dengan Tuhan (dalam cerita) bahwa pada dasarnya Allah SWT mencintai hambanya yang taat dan juga pandai bermasyarakat, beramal dan menjalankan perintahnya. Tidak hanya sebatas penghambaan semata, namun lebih dari itu. Harus ada hubungan yang seimbang dalam hidup ini antara hubungan manusia dengan manusia sebagai mahluk sosial dan hubungan manusia dengan Tuhan sebagai mahluk individu Melihat kondisi yang saat ini, siswa mulai luntur akan cinta pada cerpen yang terbit pada masa lalu padahal isinya mengadung pesan moral yang sangat dalam untuk diteliti. Pembelajaran bahasa Indonesia saat ini tidak hanya terkungkung pada aspek teori semata, namun bagaimana siswa mampu mengkritisi, memberikan apresiasi dan interprestasi yang tinggi terhadap karya sastra. Dengan membaca cerita pendek banyak hal yang kita peroleh, salah satunya adalah kita akan mengetahui sejarah/peristiwa penting, pesan pesan moral dan nilai nilai islami bagi kita sebagai umat muslim. Seperti yang tergambar pada cerpen atau dapat dikatakan novellet Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El Shirazy. Bagaimana kita mampu menyikapi hidup, mensyukuri apa yang kita peroleh dan memberikan sedikit kebahagian kepada orang lain, walau hanya sebatas senyum yang manis. Bahasa penuturan yang apik, santun dan sangat tersusun rapi oleh Kang Abik, nama panggilan sayangnya dalam media masa. Pembelajaran analisis cerpen ini diharapkan dapat memberikan sesuatu pendidikan secara utuh bagi diri siswa, di antaranya membantu keterampilan berbahasa, meningkatkan pengetahuan budaya, pengembangan cipta, rasa, dan menunjang pembentukan watak dan nilai nilai moral yang terbangun secara utuh. Sebab sastra adalah hasil dari kenyataan hidup manusia itu sendiri. Dunia sastra tercipta dari hasil plagiat kehidupan manusia atau sebuah Mimesis (tiruan kehidupan) dalam definisi Aristoteles. Dan sastra merupakan media yang kekal dalam menyimpan memori kehidupan manusia dari dulu hingga hari akhir dunia. Hanya saja, dunia sastra selalu berhasil menyuguhkan dunia lain dari dunia nyata manusia. Dengan gayanya yang halus dan penuh teka-teki sehingga sastra meninggalkan simbol-simbol yang jika bisa dipecahkan oleh manusia maka manusia dapat menemukan cermin dirinya itu [baca Sri Sumarah, Umar Kayam) Selain itu, pada dasarnya pengajaran sastra adalah pembelajaran apresiasi sastra. Tujuan utama pembelajaran sastra yaitu memberikan kesempatan pada siswa untuk memperoleh pengalaman sastra, dengan sasaran akhir mampu mengapresiasi cipta sastra. Melatih mempertajam perasaan, penalaran, dan daya khayal siswa, serta menumbuhkan kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup.

Salam: “Mari kita bangun motivasi untuk budaya membaca sastra”

2 thoughts on “Permohonan Pak Rojaki

    Johar Manik said:
    20 April 2009 pukul 12:49 pm

    Terus menulis, Pak Rojaki.
    kritik dan saran orang lain hanya sebagai motovasi untuk menjadi lebih baik. Akan tetapi, yang terpenting adalah: TERUS MENULIS….

    Johar Manik

    a'ak budi said:
    28 November 2009 pukul 1:47 pm

    salam kenal..aku blogger malang juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s