Sajak-Sajak Qalbu

Posted on Updated on

Karya Uki Bayu Sedjati

KOMPAS.com

3 September 2010

(O)

awan di alam raya
wujudnya ada
tak teraba

yang hidup di alam fana
wujud ada
juga teraba

yang tak ada wujud
tak teraba
kerna senyawa dalam ruh
IA

(1)

kalau aku menyebut Tuhan
begitu banyak saingan
yang dipertuhankan
yang mempertuhankan
juga menuhankan diri

ada bisik: maka teruslah mencoba
lafaz seia sekata, hanya:
llailahailallah…

(*)

ketika angin lewat

hanya angin lewat, anakku
hanya angin lewat tiap hari
di antara kita
tak ada dinding tak ada pohon tak ada bangunan
hanya angin lewat – membuat nafas sesak
ia bawa berita tanah bergerak, bercelah, berguguran
melahap segala

“Kabar ayah, Mak?
“Bukan!” angin menjawab
“Kabar kakak?”
“Bukan!!”
“Kabar keluarga kita?”
“Bukan, bukan!!!”
“Kabar…?”
segala kabar, anakku ya segala kabar
terus terdengar berputar-putar
mengiang-ngiang
menyebar ke penjuru semesta

tak perlu kau tutup telinga, anakku
lebih baik secarik kain itu untuk penutup aurat

ya, segala tabir bakal terbuka
kesombongan, kepalsuan, kebohongan,
janji-janji penyakit hati
lidah tak bertulang :
manipulasi dikatakan nakal
korupsi disebut keteledoran administrasi
kalah dibilang penghitungan salah
aib dipelihara
urat malu terbiasa pura-pura

biarkan lewat, biarkan
itu cuma kabar dibawa angin
pakailah kainmu agar tak merasuk ke pori-pori kulit, dinding aorta,
agar tak ke sanubari
bertemu nurani
agar

ketika angin lewat, anakku
sabarlah
mari kumpulkan kekuatan dalam doa
: bangkit

Maret 2005

debu di sajadahku

(alunan monggang bunyi satu-satu….ning nong ning..)
menjelajah jejak masa kecil :
yudonegaran, plengkung, bioskop Ratih
batubata berlumut di rengkahan tembok
julur-julur akar menggantung-gantung harapan
wringin kurung – sejoli – tak sampai,
rerumputan kering
yogya berpasir matahari menyengat
di ujung kenangan kubah menjulang
kutujukan langkah
memintas alun-alun ke satu arah

sejuk, kaki mencelup air
wadag dan wajah di bening kolam bergerak-gerak
pilar-pilar yang pernah kusentuh warnanya kusam
berbaur warna-warni pakaian jamaah pelosok negeri

(terlena di beranda masjidMu,
mestikah ijin menjenguk mihrab,
dan masihkah sujud Kau terima
sedangkan debu di sajadah tak mampu kuseka)

sementara di pelataran
marbot tua tertatih-tatih setia menyapu
bayang-bayangnya sendiri
begitu banyak yang belum terjamah meski tiap hari ada dakwah

(alunan monggang satu-satu…..ning nong ning..)

gema itu lindap ditingkah pesta sekaten
ketipak kuda menggeret andong
jamaah menyulap lampu-lampu
musik menilap doa-doa
jadi remah di tembolok ingkung, jadi rebutan
jadi kerikil berhamburan
semangatku terbang mencari-cari

(alunan monggang satu-satu : ning nong ning..)

gung..

dalam qalbu
dalam sujud aku bukan apa bukan siapa
aku tak ada
lebur menyatu
cuma
:debu

Yogya, 2004

DARI BALIK KAMERA

dalam gelap ada tembang ngelangut melayang
mengiris dendam menggeliat sebar isyarat,
perempuan tua menari lambat

di antara bunyi kenong sempilan gamelan lokananta,
bunyi angklung da mi na ti la…dari balik pebukitan
bunyi rebana gemeretak lafazkan salawat nabi
dan kentringan ukulele pengamen jalanan

di remang jembatan ada suara menyanyi, kadang keras
kadang serak, tiga potongan lagu diulang-ulang
seperti kaset rusak

: kagumku melihatnya sinar nan perwira…
selamat tinggal kekasih gelapku…
imagine all the people…

sinar merkuri nyalanya redup membentuk siluet
tubuh-tubuh berjalan gontai acungan tinjunya lunglai
tatapan mata kosong, kepala menggeleng, jari-jemari
coba menangkap bayangannya sendiri

perempuan tua terus menari, bunyi-bunyian terus berbunyi
nyanyian terus menyanyi,
bergantian bersahutan
seperti simponi

(: ya Tuhan,
mereka hadir dalam mimpi kita)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s